Sabtu, 08 November 2014

JIKA MEMBUATMU NYAMAN SAJA AKU TAK BISA

Mata ini semakin berat, padahal baru memasuki pukul 9 pagi. Entah bagaimana bisa kuliah hari ini begitu membosankan. Rasanya ingin aku segera menenggelamkan kepalaku diantara bantal bantal di atas ranjang spons yang empuk.

Semalaman aku menungguimu membalas chatku hingga larut hingga akhirnya tertidur. Kamu tidak pernah tahu betapa bahagia hati ini ketika namamu muncul di dalam roomchat BBM ? dengan sangat bersemangat aku selalu membalas chatmu. Sesegera mungkin aku membalasnya agar kamu tidak merasakan betapa muaknya menunggu sebuah chat balasan seperti muakku ketika menunggumu menulis pesan. Begitu Lama. Mungkin kamu lebih asyik membalas chat dari wanita wanitamu. Mungkin mereka lebih bisa membuatmu nyaman, tidak sepertiku yang hanya bisa membuatmu merasa sangat risih.

Mungkin setelah kamu membaca tulisanku ini kamu berpikir bahwa aku sedang mencemburui mu kan sayang ? Tidak, aku tidak mencemburuimu. Aku cukup tahu diri, siapa aku dimatamu ? iya kamu benar sayang, aku hanya temanmu dan lebih tepatnya salah satu teman wanitamu.

Aku sadar diri kok selama ini. Aku hanya membuatmu risih. Hidupmu yang tenang terusik dengan hadirku. Mungkin kamu begitu risih dengan permintaan dan rengekan konyolku. Namun aku ingin kamu tahu, aku meminta aku merengek semata mata hanya karena aku ingin selalu berada di dekatmu. Berada disampingmu, memegang erat tanganmu tanpa menghiraukan batasan antara kita yang hanya 'Teman Main'.

Mungkin selama ini kamu merasa sungkan menyanggah permintaanku, hingga dengan terpaksa kamu menuruti kemauanku. Maafkan aku sayang. dengan sikapmu yang cuek dan dingin, aku tau kamu begitu muak dan aku tau kamu menghindariku.

Boleh kok sayang kamu hanya membaca chatku, bahkan tanda 'R' dalam pesan singkat itu tidak cukup untuk melukaiku hingga berdarah-darah. Hanya sedikit menimbulkan sesak dan perih dalam dada.

Kamu tidak perlu meminta maaf sayang, semua ini aku yang salah. Ku pikir kamu mencintaiku, sama dengan apa yang aku rasakan selama ini. Iya, aku mencintaimu. Pasti kamu pernah dengar aku berkata seperti itu dan pasti kamu hanya menganggapnya candaan.

Tidak sayang, aku kali ini tidak sedang bercanda. Aku mencintaimu. Mungkin aku jauh dari wanita idolamu. aku tidak cantik, tidak seksi dan tidak pandai berdandan. Namun bukankah cinta seharusnya mengabaikan itu semua ? Ketahuilah sayang, Sangat dalam aku ingin memilikimu, menyentuhmu. Namun bisa apa ? jika membuatmu nyaman saja aku tak bisa ? :')

Sabtu, 04 Oktober 2014

SAHABAT ??

Pernah tidak kamu memiliki sahabat ?  Apa sih definisi dari sahabat ? Sosok yang selalu ada buat kamu apapun keadaanmu ? Lantas bagaimana jika sosok yg selalu ada itu kemudian membuatmu jatuh hati ?

Mungkin benar, kenyamanan adalah awal dari tumbuhnya benih cinta. Dia sosok yang selalu berusaha ada untukku. Begitupun denganku, aku adalah sesosok wanita yang berusaha selalu ada untukknya. Kami saling memberi bahu ketika beban di dunia ini terlalu berat untuk dipendam sendiri.

Kisahnya kadang membuatku ingin menutup telinga, kisah kisah tentang dia dan kekasihnya terkadang memang memekakkan telingaku. Namun aku bisa apa ? Aku sahabatnya, aku harus menjadi pendengar yang baik untuknya. Memberikan solusi meskipun sebenarnya tak ingin ku berikan jika itu terbaik untuk dia dan kekasihnya. Namun sekali lagi, aku bisa apa ? Aku hanya sahabatnya, yang mungkin hanya dia cari ketika sedang kesusahan dan ketika dia bosan dengan kekasihnya, ketika dia bosan dengan dunianya.

Aku hanyalah pelarian dan pelampiasan perasaannya. Kami sering jalan berdua, saling bercengkerama, saling bergandengan tangan, memeluk dan dipeluk. Namun kami hanya sebatas sahabat, tidak lebih. Walaupun di sudut hatiku yg paling dalam merasa berat jika mendengar kata 'aku kamu kita sahabat'

rasa ingin memilikinya selalu berkecamuk di dalam hati, namun apa daya ? dia sahabatku. Miris ? tentu saja. Bagaimana tidak ? aku harus selalu menyembunyikan dan berpura-pura tidak mencintainya. Bahkan ketika aku kehilangan kabarnya, rasa resah luar biasa selalu menerkam relung hati. Dan ketika rasa rindu itu menerpa hati, berdiam tanpa bisa melakukan apapun. bahkan untuk menulis pesan 'Hy Apa kabar?' saja aku tak berani. Sekedar memencet nomornya dan berkata 'hello' saja bibirku kelu. Aku gamang dengan perasaan ini, mungkin kenyamanan ini membuatku lupa segalanya.

Bahkan aku lupa jika dia hanyalah sahabatku. Apa aku salah ? Apa aku terlalu egois jika aku ingin memiliki hatinya secara utuh. Tentu saja bukan dengan status 'Sahabatmu' . Kapan dia akan mengerti ketika dia menyebut nama wanita itu dalam ceritanya, terbakar hatiku oleh rasa cemburu. Betapa cinta ini telah tumbuh, bagaimanakah kelanjutan kisah ini Tuhan ? apa aku harus berdiam dalam kepura-puraanku ? lantas kapan cintaku akan berbalas ? atau bahkan akan terhempas ? entahlah...


Minggu, 10 Agustus 2014

Siapapun, Bangunkan Aku !

Sore ini mendung, semendung hatiku yang dilanda badai asmara. Kekasihku yang teramat aku cintai selama ini menduakanku dengan wanita lain. Wajahku sembab, mataku seperti habis dikeroyok warga sekampung. Ya benar, dari siang aku mengunci diri di kamar dan aku menangis. Menangisi orang yang mengecewakanku ketika aku sangat sangat mencintainya.

Kriiiing, ponselku berbunyi. Dilayarnya tertera nama "Muchlis Hadi {}" . sebenarnya aku malas mengangkat teleponnya, namun rasa cinta dihatiku menyuruhku untuk mengangkat teleponnya.
"Hallo" ujarku cuek
"Me, aku sayang kamu. aku harus jelasin semua ini sama kamu" ujar Muchlis
"jelasin apalagi ? apa kurang cukup foto kamu dengan mantanmu tengah berpelukan itu sebagai bukti ?"
"itu tidak seperti apa yang kamu pikirin sayang" ujarnya meyakinkanku
"tidak, aku tidak mau lagi mendengar apapun dari kamu. aku benci sama kamu" Jawabku sambil menahan tangis
"Aku ..."
*tut tut tut* aku mematikan teleponnya

Kembali ku menangis, kupeluk fotoku dan dia. Kupandangi sejenak, terlihat disana aku tengah tertawa lepas dengan wajah bahagia. iya aku sangat nyaman berada disampingnya sebelum semua yang indah berubah layu seperti sekarang.

TikTuk, Kembali ponselku berbunyi. Kali ini BBM darinya "Aku sayang kamu, aku gamau kehilangan kamu" .
Aku tidak berniat sama sekali untuk membalas BBMnya. Hingga berulang kali dia BBM "jangan di R aja dong sayang" . Aku tetap bersikukuh untuk tidak membalas BBMnya. "Oke, aku akan kerumahmu sekarang" BBM terakhir darinya, namun tetap aku Read saja.

Sebenarnya ada perasaan khawatir kepadanya, keadaan diluar hujan lebat. Dia tak mungkin mengendarai mobilnya dengan hati-hati. Emosi karena BBM sama sekali aku respon mungkin akan membuatnya mengendarai mobilnya sangat kencang. Aku tenggelam dalam lamunanku. hingga berselang beberapa lama BBM ku berdenting lagi. kupikir itu dari Muchlis, ternyata dari sahabatku Leona.
"Me, Muchlis kecelakaan. Mobilnya menabrak pohon di pinggiran jalan"
Air mataku kembali menetes membasahi pipiku yang masih sembab. Ku telpon Leona.
"Dia sekarang dimana ?" tanyaku terisak
"tenangkan hatimu Me, dia ada di RSI Husada. aku antar kamu kesana. aku kerumahmu sekarang ya" bujuk Leona
"Iya, kamu buruan kesini"

15menit kemudian suara mobil berhenti dihalamanku, dengan memakai baju seadanya dan sandal jepit aku berlari ke mobil Leona. Aku menangis terisak di dalam mobil Leona. "Sudahlah, jangan menangis terus" leona mencoba menenangkanku.

*ciiiiittttt* rem mobil leona berhenti di sebuah restoran.
"Kenapa berhenti disini leona, ayolah kita kerumah sakit. aku khawatir dengan Muchlis. ini semua salahku Le"
"Kita bawain dia makanan, ayo beli makanan buat dia dulu"
Perasaanku mengatakan seperti ada sesuatu yang ganjil, aku memasuki restoran dan benar saja seorang lelaki yang aku cintai telah duduk disebuah meja yang dikelilingi lilin dan kelopak kelopak bunga mawar berbentuk LOVE.
"Me, maafkan aku" muchlis berdiri dari duduknya
"Jadi kamu boong sama aku ? kamu gak kecelakaan ?" aku nerocos seperti petasan banting
"Iya sebenarnya kami sekongkol sih Me" Leona cengegesan

Aku berlari keluar restoran meskipun aku tahu diluar sedang hujan lebat.
"Me kemana, tunggu" muchlis berlari mengejarku.

Sialnya, sandal jepit usangku putus dan aku terjatuh. Muchlis membangunkanku, dia memelukku dengan erat. Aku menangis, membenamkan mukaku didadanya.

"Aku sayang banget sama kamu, gamungkin aku kecewain kamu. tentang foto itu, aku hanya menolongnya. Dia hendak jatuh saat itu. aku anya ingin menolongnya gaada maksud lebih dari pelukan itu" jelasnya sambil mengusap rambutku dan mencium keningku.
"Benarkah?" aku memastikan.

"Iya sayangku, aku sayang banget sama kamu. kita baikan ya ? jangan marah lagi. aku tahu cemburu itu tanda sayang dantakut kehilangan. Love you"
"Iya sayang, maafkan aku yang terlalu cemburuan kepadamu love you too" jawabku sembari menengadahkan mukaku kepadanya tanpa melepaskan pelukanku. Tepuk riuh Leona dan karyawan terdengar dari teras restoran. Muchlis pun mendekatkan mukanya ke mukaku. Aku merasakan hembusan nafasnya semakin dekat dengan mukaku. Aku memejamkan mata, berharap ada adegan romantis di bagian akhirnya. Berharap seperti ada sesuatu yang indah seperti di FTV yang sering ku tonton.

"Meeeeeee, banguuun. udah pagi. anak perawan jam segini masih molor. Ya Tuhaaaaaaaan" Suara menggelegar didekat kupingku membangunkanku. Aku terbangun dan tidak ada sosok Muchlis Hadi Ning Syaifulloh, pemain timnas U-19 didekatku. Jadi, ini tadi hanya mimpi ?? wkwkkwkwk :D :D

For Muchlis Hadi NS pemainU-19 bernomor punggung 10 jika suatu saat kamu baca ini jangan marah ya.
Ini semua hanya fiktif belaka yang kubuat yntuk memenuhi laman blogku. Aku hanya fansmu. dan sungguh aku hanya satu diantara ribuan penyuportmu.Kamu jangan takut jatuh, jika kamu jatuh disini para fans mu akan tetap selalu ada untukmu. Kecuali kalo jatunya dihatiku <3 hahahahahaha *JUSTKIDDING dan dibuat untuk hiburan semata*

Takdirku Bukan Menjadi Ilmuwan

"ANDA DINYATAKAN TIDAK LOLOS SNMPTN 2014"

Seuntai kalimat yang membuat bulir airmataku tumpah ruah siang itu. Bagaimana tidak ? Sudah kugantungkan angan setinggi-tingginya. Ya, mungkin terlalu tinggi. Terlalu berkhayal atau mungkin dewi fortuna tidak mendampingi langkahku.

Rasa iri pasti ada, melihat teman sekolah yang lolos seleksi masuk perguruan tinggi itu. Mukaku terbenam diantara bantal, tangisku sesenggukan. Hingga kudengar suara wanita paruh baya tengah duduk disampingku dengan tangannya yg lembut menenangkanku "diluar sana tidak hanya kamu yang gagal. Banyak sekali diluar sana yg kurang beruntung. Masih banyak jalan menuju Roma"

Tangisku berhenti sejenak. Aku hanya tidak ingin membuat wanita itu bersedih melihat anak semata wayangnya menangis. Aku tahu di dalam hati wanita itu pasti ada rasa kecewa terhadap putri kesayangannya.

Anak macam apa aku ini, gagal membahagiakan orang yg selama ini dengan penuh perjuangan selalu berusaha membahagiakanku. Aku tidak boleh terus-terusan mengangis akan keterpurukanku. Benar kata wanita itu, masih banyak jalan menuju Roma. Ku coba bangkit dari kasur. Langkahku gontai menuju meja belajar yang telah penuh sesak dengan buku-buku pelajaran yang tebal.

Tangan kecilku mengorek berkas brosur pendaftaran PTS yang kudapat sewaktu expo beberapa bulan lalu. Wanita paruh baya itu menghampiriku kembali "mau daftar PTS tidak usah jauh-jauh. Di kota sendiri saja. Kalo daftar sekolah negeri silahkan diluar kota"

Rasa takut dan pesimis mendaftar di perguruan tinggi negeri kini membayangi otakku. Bagaimana kalo aku gagal lagi ? Tapi bukankah lebih baik gagal tapi telah mencoba daripada tidak mencoba sama sekali. Baik, aku mendaftar dengan modal tekad. Iya, selama ini aku tidak mengikuti bimbel itensif seperti teman-temanku yang banyak uang. Aku belajar sendiri dirumah dengan buku-buku tebal. Itupun buku pinjaman dari seorang temanku yang lolos SNMPTN dan beberapa buku persiapan UN. Tekadku membahagiakan orang tuaku dan membuatnya bangga harus terwujud. Selama ini prestasiku kupersembahkan untuknya. Aku yang selama ini selalu mendapatkan apa yang kuinginkan kali ini tidak boleh gagal lagi. Ambisiku kembali menggebu. Semangatku, karena ingin membahagiakan wanita itu kembali muncul.

Sesuatu yang berawal dari niat yang baik, dilakukan dengan penuh tawakal dan mendapat ridho seorang ibu pasti membuahkan hasil. Dan benar saja, aku lolos dalam seleksi tulis di salah satu sekolah kedinasan dalam naungan Menteri Kesehatan. Dan aku bangga, dari 2000peserta aku menjadi salah satu yang beruntung mendapat kursi di Kampus Utama. Yang kabarnya sangat sulit mendapatkan kursi di kampus utama. Dan aku bangga dan tak pernah sebangga ini sebelumnya. Dua tahapan tes, tes tulis dan tes kesehatan aku berhasil melaluinya. Rasanya mungkin tak sebangga ini jika aku lolos jalur undangan di perguruan tinggi karena hanya melalui satu tahap seleksi. Dan kini aku sekolah di kedinasan. Ibunda, wanita paruh baya yang sedari tadi aku sebut-sebutkan lihat bu, aku berhasil lolos bu. Senang rasanya melihat senyum sumringah dari wajah tua yg setengah keriput. Ya Allah perpanjang umur wanita yang mana ditelapak.kakinya terdapat surgaMu. Beri aku kesempatan untuk lebih membuatnya bangga. Beri aku kesempatan untuk bisa menemani masa tuanya dg kesuksesanku. Aamiin

Dari Pengagum Tergilamu

Mungkin benar apa yang dikata orang diluar sana, mengagumimu hal terbodoh yang aku lakukan. Betapa tidak, aku mengagumi seseorang yg begitu tinggi, begitu kemilau bak bintang kejora. Aku tahu sesuatu yang berlebihan itu memang tidak baik. Begitu pula dengan aku yg begitu mengagumimu. Sakit dan perihnya mengagumi dari jarak sejauh ini membuatku tau apa itu sebuah ketulusan. Ketulusan mengagumi tanpa dikagumi dan betapa perihnya diabaikan dan diacuhkan.

Mengapa aku harus mengagumi sosok yang jemarinya saja tak bisa kugenggam. Bahkan lengannya saja pun tak bisa kuraih. Mengapa aku tidak mengagumi orang-orang yang jelas-jelas menaruh perhatian kepadaku ? Mengapa aku mencari yang tiada jika yang ada didepan mata nampak begitu nyata ? Mengapa aku sama sekali tidak tertarik kepada mereka ? Kenapa aku begitu menggilaimu ? Bahkan aku setengah gila ketika pesan dariku tak engkau balas. Harusnya aku sadar, siapa aku ?

Kamu indah, sangat indah. Tak heran jika banyak wanita yang menggilaimu. Aku hanya satu dari mereka yang hanya bisa menikmati senyummu dari kejauhan. Dari sudut pandang yang sangat jauh. Bahkan nyaris tak terlihat olehmu. Atau mungkin aku benar benar tak terlihat olehmu ?

Betapa beruntungnya wanita yang bisa menikmati mata cokelatmu dari jarak yang dekat. Membuatmu tertawa renyah setiap saat. Bahkan yang bisa membenamkan kepalanya di dadamu dan kamu rangkul dengan lenganmu yang begitu ingin kuraih. Betapa beruntung wanita yang bisa kau genggam jemarinya.

Betapa beruntung wanita yang kau ceritakan dengan bangga kepada teman temanmu. Aku menginginkan berada di posisi wanita itu. Tapi ? Ah sudahlah. Sudah kubilang kamu begitu indah dan kemilau. Tak mungkin gadis upik abu sepertiku bisa menggenggam erat jemarimu yang bahkan lengannya pun aku tak bisa raih ?

Tuhan, sudahilah perasaan kagumku ini. Semua ini membuatku muak, membuatku sesak, membuatku gila dan makin gila setiap harinya. Jika memang hingga nanti aku tak dapat menggenggam jemarinya, kumohon Tuhan beri aku kesempatan untuk sekedar bisa meraih lengannya. Ku mohon Tuhan.




Jumat, 06 Juni 2014

Kepadamu lelaki kelas sebelah

Entah ini sudah lembar keberapa aku mencoret halaman blog kesayanganku. Iya, masih tetap dengan topik yang sama yaitu kamu. Lelaki tinggi besar yang ku kenal beberapa bulan yang lalu. Aku masih ingat betul, kamu datang disaat aku sedang menangis meraung dengan hati yang remuk. Saat itu kamu datang menawarkanku bahu untukku menangis tersedu. Aku akui aku bodoh, aku laksana anak kecil yang begitu mudah mempercayai orang lain dengan iming-iming balon warna warni atau sebuah lolipop manis.

Kamu dan kedua tanganmu hadir menyeka bulir kristal yang jatuh terus menerus mengotori pipi tirusku. kau bilang disana "berhentilah meangis, percayalah aku akan membahagiakanmu". Begitu manis memang hingga aku mencapai titik kenyamanan bersamamu. Aku mengira kamu akan menjadikanku satu-satunya dihidupmu, seperti aku menjadikanmu satu-satunya dihidupku. Namun aku salah, kamu mengajakku ketepi jurang. Kau sempat mengajakku terbang sebelum akhirnya kau hempaskan aku jatuh jauh kedasar jurang yang berbatu. Sakit.

Kamu yang pernah berjanji akan memberiku kebahagiaan justru orang yang membuka kembali luka yang setengah kering. Aku bisa apa ? menuntutmu ? tidak, aku bukan siapa-siapamu. Kebersamaan kita selama ini hanya sebatas pertemanan bagimu. Mungkin memang hanya aku disini yang terlalu berharap.

Kamu jahat ! tapi kamu selalu menyangkalnya. kamu tidak pernah mau kubilang jahat. lalu bagaimana dengan wanita itu ? wanita yang selalu berada dibelakangmu ? wanita yang menjadi masalalumu ? apa kamu masih mencintainya ? seberapun kuat kamu menyangkalnya, matamu tidak bisa berbohong. aku tahu kamu masih begitu mencintainya.

Kamu ingat beberapa hari yang lalu ? Saat aku mendapatimu berdua dengan wanita itu ? padahal semalam kamu berusaha meyakinkanku betapa kamu tidak lagi berhubungan dengannya. Lalu bagaimana bisa saat itu kamu mengantarnya pergi sekolah ? Tuhan itu Maha Adil, seberapa rapat kamu menyembunyikan bangkai baunya akan tercium juga. Kamu berbohong. dan lagi-lagi kamu menyangkalnya bahwa kamu bukan pembohong.

Kepadamu Lelaki Kelas Sebelah,
Sudahlah, kamu tidak perlu menyangkalnya lagi. Kamu tidak perlu lagi menelponku malam-malam hanya untuk menjelaskan ini itu yang pada intinya sama, kamu tidak pernah salah dan kamu mencintaiku. Omong kosong apalagi ? Aku lelah, aku kini tidak lagi seperti anak kecil yang mudah terayu oleh manisnya untaian kata yang keluar dari bibirmu.

Kepadamu Lelaki Kelas Sebelah,
Maaf aku telah menutup telingak dan mataku rapat-rapat. aku sudah tidak ingin mendengar alasan apapun darimu. aku sudah tidak ingin melihat apapun tentangmu yang membuat luka lamaku menganga lebih lebar. Bukankah ini bisa membuatmu lebih bahagia ? bersama wanita yang masih kamu cintai, wanita cantik yang selalu ada untukmu tidak seperti aku.

Kepadamu Lelaki Kelas Sebelah,
terimakasih atas rasa sabar yang kau ajarkan padaku,. aku menjadi semakin tau bagaimana caranya memaafkan orang selalu menyakiti tanpa sadar. Aku semakin tahu bagaimana rasanya mengikhlaskan sesuatu yang kita ingin miliki namun tidak dapat kita miliki karena terlebih dahulu dimiliki orang lain. Terimakasih atas semuanya :)

Aku Pergi, Sayang

Kembali ku jelajahi duniaku, dunia 140 karakter tempatku bebas berkicau menuangkan segala sesuatu yang ingin jemariku tulis. Menaik turunkan scroll timeline twitterku. Hingga mataku tertuju tepat pada kicauan seorang followersku. Ya tidak lain tidak bukan itu kamu, pacarku. Pacar yang telah 20minggu menemani hari-hariku. Melukiskan warna baru dalam hidupku yang sempat kelabu.

Kicauan yang membuatku tercengang membacanya. Apa maksud dari kicauanmu ? Apa tulisan 140 karakter itu ditujukan benar kepadaku ? Entahlah. Tapi kenapa hatiku begitu sakit saat membacanya ? Kata-kata yang singkat dan menusuk.

Sayang, seegois itukah aku selama ini ? Setertekan itukah kamu terhadap sifat keras kepalaku ? Lantas kenapa kamu tidak berbicara langsung terhadapku ? Kenapa kamu lebih memilih menuangkan gundah hatimu didunia maya sayang ?

Mungkin kamu lebih memilih diam dan mengalah karena kamu begitu menyayangiku, tidak ingin kehilanganku. Tapi mengertilah sayang, caramu menuangkan kegamangan hatimu entah mengapa justru membuatku sakit. Aku merasa sangat bersalah selama ini menyakiti orang sesabar dan sebaik kamu.

Kamu lelaki penyabar yang pernah aku kenal. Kamu sangat berbeda dengan lelaki lain diluar sana yang selalu marah-marah atas sikap manja dan egoisku.

Sayang, bagiku kamu sama saja menusukku dari belakang. Didepanku kamu merasa baik-baik saja. Mencoba terus tegar. Namun dibelakangku aku tau kamu sakit. Mungkin saat ini perpisahan adalah jalan terbaik untuk aku tidak lagi menyakitimu. Aku tidak bisa membiarkan orang sebaik kamu remuk secara perlahan atas egoku. Kamu layak mendapat wanita setingkat lebih tinggi dari aku. Wanita yang jauh lebih dewasa mengontrol egonya dan tidak masa bodoh terhadap sikapnya. Aku hargai perjuanganmu mempertahankan hubungan kita selama 20minggu sayang. Namun maaf aku tidak pantas kamu perjuangkan.

Sayang, mulai saat ini berhentilah memperjuangkan orang yang jelas-jelas tidak peduli dengan perjuanganmu. Berhenti menjatuhkan harga dirimu untuk orang yang mungkin kurang bisa menghargai perasaanmu. Berhenti untuk peduli kepada orang yang tanpa kamu sadari selalu membuatmu remuk. Sayang tolong berhenti. Maaf aku harus pergi. Pergi sejauh mungkin hingga tidak terlihat oleh kedua bola mata indahmu. Maaf jika alasanku pergi terkesan sepele bagimu. Tapi sungguh bagiku ini bukan masalah sepele. Aku hanya takut suatu saat nanti aku mendapat karma. Tolong satu kali lagi hargai keputusanku sayang.


MY ACNE STORY PART 3 || SKINCARE ROUTINE UNTUK WAJAH BERJERAWAT

Waaa, panjang banget ya ceritanya ngelawan jerawat wkwk udah sampe part 3 segala. Ini mungkin adalah akibat dari aku yang dulu awal puberty...